Senin, 10 Desember 2012
* Ubun ubun : materialistis, pelit
* Pelipis kanan : pintar simpan rahasia
* Pelipis kiri : jiwa sosial
* Pipi kanan : rendah hati
* Pipi kiri : baik hati, budi luhur
* Ujung hidung : ceplas ceplos
* Bibir atas kanan : suka debat
* Bibir atas kiri : pinter gaul
* Bibir bawah kiri : cerewet
* Bibir bawah kanan : nggak gampang kalah dalam obrolan
* Dagu kanan : penuh kasih sayang
* Dagu kiri : hemat, pendiam
* Leher kanan : kuat hati
* Leher kiri : tak mudah putus asa
* Pundak kanan : kuat pikul tanggung jawab
* Pundak kiri : kuat batin
* Dada kanan : iba hati
* Dada kiri : banyak pria jatuh cinta
* Perut kanan : nafsu seks besar
* Perut kiri : tabah penderitaan
* Pusar : sering dapat kebajikan
* Perut bawah kanan : besar nafsu
* Perut bawah kiri : sering tirakat
* Alat kelamin kiri : kuat
* Alat kelamin kanan : banyak yang suka
* Pantat kanan : banyak kawan
* Pantat kiri : suka bekerja
* Paha kanan : kuat kemauan
* Paha kiri : sering terima kerjaan
* Pelupuk mata kanan : baik budi
* Pelupuk mata kiri : banyak yang jatuh cinta
* Pergelangan tangan kanan : pintar simpan rahasia
* Pergelangan tangan kiri : fanatik, suka bangga diri
Rabu, 05 Desember 2012
Aku Bicara Perihal Cinta
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
“Tuhan ada di dalam hatiku,”
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.
(Khalil Gibran)
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
“Tuhan ada di dalam hatiku,”
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.
(Khalil Gibran)
SEARCH, RESCUE AND SURVIVAL
Search And Rescue
SAR merupakan
singkatan dari
Search And Rescue yang mempunyai arti usaha untuk melakukan percarian,
pertolongan dan penyelamatan terhadap keadaan darurat yang dialami baik manusia
maupun harta benda yang berharga lainnya.
Semakin
tingginya intensitas kegiatan alam bebas, akan menyebabkan pula semakin
banyaknya tingkat kecelakaan. Untuk mengantisipasinya, diperlukan suatu
kesigapan dari para penggiat alam bebas dan di dukung oleh kemmapuan fisik dan
pengetahuan tentang alam terbuka yang memadai.
Keterampilan
dan pengetahuan dalam melakukan pencarian survivor/korban di lapanagan sangat
menunjang efektifitas dari sebuah pencarian
Berbagai kendalam akan dihadapi
apabila para personil dalam sebuah misi SAR tidak menguasai teknik-teknik
pencarian.
Teknik-Teknik
Pencarian
1. Preliminary
Mode :
Mengumpulkan
informasi-informasi awal tentang terjadinya suatu musibah, apabila telah
terdeteksi maka di lakukan langkah-langkah pengumpulan personil, merencanakan
informasi pormasi pencarian awal, perhitungan areal pencarian dan sebagainya.
2. Confinement
Mode :
Pencarian/pemeriksaan
pada lokasi-lokasi yang dianggap survivor/korban berada di lokasi tersebut.
Dalam pencarian ini diprioritaskan untuk menemukan jejak dan bila dianggap
perlu pencarian dapat dilakukan dengan teknik penyapuan.
3. Detection
Mode :
Menentukan
garis batas pencarian untuk mengurung survivor agar tidak keluar dari area
pencarian.
4. Tracking
Mode :
Mencari
dan mengikuti jejak dari survivor, biasanya digunakan anjing pelacak atau orang
yang terlatih.
5. Evacuation
Mode :
Memberikan
perawatan kepada survivor, kemudian menentukan langkah untuk mengevakuasinya.
Hal yang perlu di perhitungkan untuk menentukan jalur evakuasi adalah kemudahan
dan kenyamanan. Apabila dihadapkan pada pilihan jalur dekat namun sulit atau
jauh tapi mudah, maka akan lebih bijak memilih jalur yang termudah.
Dari
kelima Mode tersebut, keterlibatan anggota SRU umumnya berada pada Confinement,
Detection, dan Evacuation Mode.
Confinement Mode
Sasaran :
Pemikiran
yang mendasari Confinement Mode adalah sederhana, yaitu bagaimana menjebak
survivor pada suatu area yang diketahui batas-batasnya (pengurungan) sampai
area tersebut tersapu dapat tersapu dan apabila survivor bergerak keluar dari
area akan dapat dengan mudah di temukan oleh pencari.
Confinement
mode dipergunakan pada tahap awal pencarian namun teknik pencarian ini tidak
mudah di capai (kurang cermat) namun pada area yang luas akan sangat membantu.
Umumnya teknik ini dilakukan dengan mengirim tim pada area-area yang dicurigai
sebagai lokasi survivor hingga pada akhirnya penyapuan dapat dilakukan pada
lokasi yang diyakini survivor berada.
Metode dalam Confinement Mode
1. Trail Block / Road Block : Tim kecil ditugaskan untuk memblokir jalan-jalan setapak
menuju dan keluar area pencarian.
2. Look Out :
Tim kecil ditugaskan untuk menempati lokasi-lokasi yang strategis untuk
menagawasi area pencarian, tim ini dapat melakukan/membuat tanda-tanda yang
dapat menarik perhatian survivor.
3. Camp in :
Tim kecil di tempatkan pada titik-titik tertentu yang diduga akan dilalui oleh
survivor, tim ini juga berfungsi sebagai pendukung dari tim-tim lain. Anggota
tim ini sebisa mungkin orang-orang yang memiliki kemampuan yang memadai.
4. Track Tap : Suatu area jebakan dapat dibuat dengan menaburkan pasir
atau benda yang mudah diketahui perubahannya, dengan harapan bila ada yang
melewatinya dapat dengan mudah di ketahui. Lokasi Track Tap dapat berupa Camp
In yang tidak ditempati oleh personil.
5. String
Line : Metode ini
sangat efektif di gunakan karena akan langsung di ketahui oleh survivor bila
mendapatinya. Metode lain akan tidak efektif bila
area pencarian berupa hutan lebat. Metode ini di lakukan dengan memasang string
tag line pada area pencarian dengan penunjuk arah tertentu.
Detection Mode
Detection metupakan suatu tindakan yang didasari pada
pertimbangan bahwa besar kemungkinan akan menemukan survivor atau barang-barang
yang ditingggalkan survivor.
Metode dalam Detection Mode
1. Tipe I Search.. Melakukan pemeriksaan tidak resmi dan segera pada lokasi
yang palin dicurigai/paling penting. Tipe ini bisa juga disebut dengan Recoinnaisance
atau Hesty Searchin.
a. Sasaran
1) Pencarian
yang cepat dan segera atas area yang luas.
2) Mengumpulkan
informasi tentang search area.
b. Pelaksanaan
1) Pada tahap
awal pencarian.
2) Setiap saat
untuk memeriksa area yang diyakini tidak tersapu atau untuk melakukan
pemeriksaan kembali area-area yang di anggap perlu.
c. Teknis
Sebuah tim kecil (Tim Hesty) yang
mampu bergerak cepat di berangkatkan untuk melakukan pemeriksaan pada
titik-titik yang di anggap paling memungkinkan survivor berada. Bila menemukan
tanda atau jejak maka tim harus melaporkan pada Operation Leader (OL) dan
bila diperintahkan untuk membawanya maka tim harus memasang marker.
2. Tipe II Search. Kriteria pada tipe ini adalah efisiensi,
pemeriksaan yang cepat dan sistematis pada area yang luas denganmetod
epenyapuan. Tipe ini biasa disebut Open Grid.
a. Sasaran
1) Pencarian yang
cepat pada area yang luas.
2) Pencarian
yang sistematis.
b. Pelakasanaan
1) Pada tahap
awal operasi pencarian, terutama bila di anggap kemampuan bertahan survivor
lebih pendek.
2) Pada situasi
dimana search area luas dan tidak ada area yang lebih spesifik untuk
diidentifikasi, atau personil pencari di anggap tidak mencukupi/kurang.
c. Teknis
Melakukan pencarian/penyapuan pada
jarak yang lebar antara pencari, cara ini kurang cermat namun efektif bila area
pencarian luas dan personil pencari kurang. Kesempurnaan dari hasil pencarian
dengan metode ini sangat tergantung pada kemampuan pencari.
3. Tipe III Search. Kriteria dari tipe ini adalah kecermatan pencarian dengan sistematika yang ketat atas area
yang sempit dengan teknik penyapuan yang cermat. Tip eini biasa di sebut Close Grid.
a. Sasaran
1) Pencarian
yang cermat pada area yang spesifik.
2) Pencarian
dengan sistematika yan ketat.
b. Pelaksanaan
1) Bila metode
II telah dilakukan akan tetapi Probability
Of Detection (POD) lebih rendah dari yang diharapkan.
2) Bila Search Area sempit dan personil
pencari mencukupi.
3) Pencarian
pada lokasi yang memberikan bukti-bukti yang sangat meyakinkan.
---
ᵵᶣᶓ ᶓᶇᶁ ---
Langganan:
Komentar (Atom)
